Selasa, 05 Desember 2017

Kegiatan Seru Di Kampung Tabrik

Assalamu'alaikum wr. wb...
Hai hai semuanya apa kabar? Semoga dalam kondisi sehat dan bahagia, ya. Aaamiiin...

Di postingan kali ini, aku mau share cerita tentang perjalanan tanggal 29-30 November 2017 bersama pemenang activity 1 Act 1 Tree, teman-teman blogger dan AQUA Lestari ke Kampung Tabrik dan Pabrik AQUA Cianjur yang ada di daerah Gekbrong.
Awalnya aku gak tau kalau perjalanan ke Pabrik AQUA Cianjur dan aktivitas menanam pohon ini adalah kegiatan Blogger Visit dari AQUA Lestari yang mengundang beberapa blogger. Tadinya, aku kira kegiatan ini "hadiah" khusus untuk para pemenang activity di instagram yang aku ikuti sebelumnya. (Kontes foto #ArtiPohon #1Act1Tree dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia)
Saat tau kalau acara ini adalah kegiatan Blogger Visit, aku cukup ngerasa minder. Hahaha secara, aku kan minim skill tulis menulis dan jarang banget posting sesuatu di blog.
Tapi dibalik itu, aku juga bersyukur dan senang banget punya kesempatan untuk kenal teman-teman baru dan dapat pengalaman yang luar biasa selama perjalanan kemarin.
Btw gak cuma kenal teman baru, aku juga kopdar sama Mbak Rahmi (Dunia Rahmi) yang selama ini kenal di instagram dan ketemu Rudi, teman seangkatan waktu di SMK Negeri 1 Pacet. Hehehe nostalgia dikit okelaaah.

Submission Kontes #1Act1Tree di Instagram


Kegiatan Seru di Kampung Tabrik

Hari Rabu, 29 November 2017. Aku berangkat dari rumah setelah solat Subuh menuju titik kumpul di Cyber 2 Tower, Jakarta. Sambil menunggu peserta lain, aku dan kawan-kawan yang sudah datang mengisi daftar peserta sambil sarapan. Kemudian, rombongan berangkat dari Jakarta menuju Kampung Tabrik sekitar pukul 08:30 dan tiba disana sekitar jam 12 siang. Dari jalan raya, akses menuju Kampung Tabrik terbilang menanjak karena lokasinya berada di kaki Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Cuaca mendung dan udara cukup dingin disana, namun sambutan dari pihak AQUA Cianjur, Kelompok Masyarakat Mandiri Kampung Tabrik, perwakilan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango hingga para guru dan pelajar membuat suasana terasa lebih hangat. Aksi pencak silat dari para siswa SD yang lincah juga membuat Kami lebih bersemangat dan antusias untuk mengikuti kegiatan di hari pertama.

Aksi Pencak Silat oleh Siswa SD Gekbrong Cianjur

Setelah itu, Kami diajak duduk bersama di Saung Kelompok Masyarakat Mandiri Kampung Tabrik sambil mendengarkan dan berbincang dengan beberapa pembicara. Salah satunya yaitu Bapak Jarot selaku kordinator program CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Tirta Investama AQUA Cianjur yang menjelaskan tentang latar belakang dan detail berbagai program kegiatan di Kampung Tabrik, terutama mengenai program Ecofarming (Pertanian Ramah Lingkungan) yang sudah dijalani oleh para petani disana. Hal ini merupakan salah satu aksi nyata AQUA sebagai perusahaan air mineral kemasan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Program Ecofarming ditujukan untuk mengubah kebiasaan bertani dari cara konvensional menjadi lebih ramah lingkungan. Misal, bila pada umumnya petani terbiasa menggunakan pestisida berbahan kimia sintetis yang cenderung memiliki dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, kini petani sudah mengandalkan pupuk organik dan melakukan berbagai kegiatan perawatan lahan yang lebih ramah lingkungan. Bukan hanya fokus terhadap tata cara bertani itu sendiri, beberapa rangkaian program Ecofarming yang dilaksanakan di Kampung Tabrik antara lain:
  • Budidaya Paprika dalam Greenhouse.
  • Pembuatan sarana konservasi air melalui embung (kolam tampung air), sumur resapan dan rorak.
  • Penguatan kapasitas petani lewat berbagai pelatihan.
  • Pendampingan bisnis tani dan pengelolaan usaha.

Menurut Bapak Uden selaku Ketua Kelompok Masyarakat Mandiri Kampung Tabrik, ada banyak manfaat dan keuntungan yang sudah dirasakan petani berkat adanya program Ecofarming ini, antara lain:
  • Hasil panen lebih sehat dan berkualitas tinggi.
  • Harga jual hasil panen bersaing.
  • Permintaan pasar meningkat.
  • Pengetahuan dan keahlian bertani kian berkembang.

Meski awalnya tak mudah untuk mengajak para petani beralih dari sistem konvensional ke tata cara bertani yang ramah lingkungan, namun banyaknya manfaat dan hal positif yang sudah dirasakan membuat para petani lebih giat dalam melakukan aktivitasnya. Berkat adanya program Ecofarming juga, pendapatan yang diperoleh petani jadi lebih menguntungkan. Dan yang terpenting, pelestarian lingkungan tetap terjaga seiring berjalannya aktivitas pertanian disana.

Selain sambutan dari pihak CSR AQUA Cianjur dan Ketua KMM setempat, ada juga perwakilan dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang memberi informasi mengenai daerah kaki gunung dan Curug Goong yang akan Kami kunjungi. Curug ini belum resmi dijadikan sebagai tempat wisata sehingga keindahannya masih sangat asri dan terjaga. Jadi, suatu kebahagiaan tersendiri bagiku untuk bisa berkunjung kesana. Uhuy!
Selesai berbincang, waktunya makan siang dan istirahat!

Sambutan di Saung Kampung Tabrik

Setelah badan kembali bertenaga, tiap peserta diberikan sebuah kartu ber-barcode yang bisa dituliskan nama masing-masing peserta. Kartu tersebut dijadikan sebagai identitas pohon. Melalui barcode, kita dapat melihat perkembangan pohon yang sudah ditanam secara digital! Wow! (Aku kebagian nomor 69, seketika ingat mendiang The Kentucky Kid, Nicky Hayden)

Back to the topic, penanaman pohon dilakukan di sepanjang jalan menuju Curug Goong. Jujur, aku pribadi belum bisa menanam pohon sendiri. Tapi berkat bimbingan dan arahan dari panitia dan KMM disana, menanam pohon jadi terasa jauh lebih mudah.

ID Card dan Barcode Pohon
Menanam Pohon



Menanam Pohon

Abaikan kerudung lepek karena hujan

Ditemani rintik hujan dan udara yang semakin dingin, Kami diantar menuju tempat penanaman pohon. Setelah berhasil menanam bibit pohon sesuai tahap-tahap yang diajarkan, Kami turun menyusuri "tangga alami" menuju Curug Goong. Kenapa aku bilang "tangga alami"? Karena memang, trek ini sangat terjal dan licin, belum berbentuk tangga permanen sehingga Kami harus ekstra hati-hati dan selalu fokus dalam melangkah. Karena takut, aku meminta bantuan adik-adik pelajar yang ikut rombongan selama perjalanan. Hehehe makasih ya, jang!

Foto dari Mbak Rahmi

Sekitar beberapa menit menuruni "tangga alami", akhirnya rasa lelah terbayar berkat pemandangan Curug Goong yang menyegarkan mata. Suatu kenikmatan tersendiri bisa melihat tempat yang begitu asri dan jarang ditemukan di perkotaan. Jika tempat ini dikelola dan dikembangkan dengan baik, pasti Curug Goong bisa menjadi salah satu lokasi wisata yang sangat diminati masyarakat, terutama pecinta alam.

Curug Goong

Setelah puas berfoto, basah-basahan dan menikmati keindahan Curug Goong, Kamipun bergegas kembali ke saung dengan menaiki "tangga alami", trek yang sama saat menuju ke Curug Goong tadi. Dan karena baju, celana dan alas kaki yang basah, menaiki tangga ini harus dilakukan lebih hati-hati dan penuh tenaga. Untungnya, Kami membawa AQUA kemasan botol ukuran kecil sehingga amunisi tenaga selalu terjaga.

Hujanpun turun deras saat Kami hampir tiba di saung. Hal ini membuat pakaian yang Kami kenakan basah kuyup. Tapi hal tersebut tak mengurangi antusias Kami untuk melanjutkan kegiatan di hari pertama. Sambil menunggu hujan reda, Kami menikmati teh manis hangat sambil bersendagurau bersama.

Setelah hujan mulai reda (hanya sedikit gerimis manja), Kami diantar ke salah satu Greenhouse budidaya paprika Kampung Tabrik. Yeay! Paprika! 😍 Disana, Kami memperoleh banyak informasi mengenai tata cara budidaya paprika organik yang dikembangkan para petani setempat. Tak hanya itu, Kami juga dipersilahkan untuk memetik paprika sendiri untuk dibawa pulang. Asyiiikkk!!!

Paprika Kampung Tabrik

Greenhouse Budidaya Paprika

Difotoin Mbak Rahmi

Selesai dari Greenhouse budidaya paprika, Kami kembali ke saung dan bersiap menuju Palace Hotel Cipanas. Tidak dengan tangan kosong, Kami mendapat bingkisan berisi hasil pertanian organik dari Kampung Tabrik! Alhamdulillah senangnyaaaa.

Oleh-oleh Kampung Tabrik


Tiba di hotel sekitar jam 6 sore, aku menggigil kedinginan, jadi langsung mandi air hangat. Setelah itu, jam 8 malam rombongan berkumpul kembali untuk makan malam di salah satu restoran yang ada di daerah Cimacan. Dan kegiatan hari pertama selesai, Kami kembali ke hotel sekitar jam 10 malam untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi kegiatan di hari selanjutnya. Yuhuuu!


Kampung Tabrik
Cerita selanjutnya: http://erindaaini.blogspot.co.id/2017/12/kunjungan-ke-pabrik-aqua-cianjur.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar