Assalamu'alaikum wr. wb...
Hai hai semuanya apa kabar?
Semoga dalam kondisi sehat dan bahagia, ya. Aaamiiin...
Di postingan kali ini, aku mau
share cerita tentang perjalanan tanggal 29-30 November 2017 bersama pemenang
activity 1 Act 1 Tree, teman-teman blogger dan AQUA Lestari ke Kampung Tabrik
dan Pabrik AQUA Cianjur yang ada di daerah Gekbrong.
Awalnya aku gak tau kalau
perjalanan ke Pabrik AQUA Cianjur dan aktivitas menanam pohon ini adalah
kegiatan Blogger Visit dari AQUA Lestari yang mengundang beberapa blogger.
Tadinya, aku kira kegiatan ini "hadiah" khusus untuk para pemenang activity
di instagram yang aku ikuti sebelumnya. (Kontes foto #ArtiPohon #1Act1Tree
dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia)
Saat tau kalau acara ini adalah
kegiatan Blogger Visit, aku cukup ngerasa minder. Hahaha secara, aku kan minim
skill tulis menulis dan jarang banget posting sesuatu di blog.
Tapi dibalik itu, aku juga
bersyukur dan senang banget punya kesempatan untuk kenal teman-teman baru dan
dapat pengalaman yang luar biasa selama perjalanan kemarin.
Btw gak cuma kenal teman baru,
aku juga kopdar sama Mbak Rahmi (Dunia Rahmi) yang selama ini kenal di
instagram dan ketemu Rudi, teman seangkatan waktu di SMK Negeri 1 Pacet. Hehehe
nostalgia dikit okelaaah.
![]() |
| Submission Kontes #1Act1Tree di Instagram |
Kegiatan Seru di Kampung Tabrik
Hari Rabu, 29 November 2017. Aku berangkat
dari rumah setelah solat Subuh menuju titik kumpul di Cyber 2 Tower, Jakarta.
Sambil menunggu peserta lain, aku dan kawan-kawan yang sudah datang mengisi
daftar peserta sambil sarapan. Kemudian, rombongan berangkat dari Jakarta
menuju Kampung Tabrik sekitar pukul 08:30 dan tiba disana sekitar jam 12 siang.
Dari jalan raya, akses menuju Kampung Tabrik terbilang menanjak karena
lokasinya berada di kaki Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Cuaca mendung dan
udara cukup dingin disana, namun sambutan dari pihak AQUA Cianjur, Kelompok
Masyarakat Mandiri Kampung Tabrik, perwakilan Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango hingga para guru dan pelajar membuat suasana terasa lebih hangat.
Aksi pencak silat dari para siswa SD yang lincah juga membuat Kami lebih
bersemangat dan antusias untuk mengikuti kegiatan di hari pertama.
![]() |
| Aksi Pencak Silat oleh Siswa SD Gekbrong Cianjur |
Setelah itu, Kami diajak duduk
bersama di Saung Kelompok Masyarakat Mandiri Kampung Tabrik sambil mendengarkan
dan berbincang dengan beberapa pembicara. Salah satunya yaitu Bapak Jarot selaku kordinator program CSR (Corporate Social Responsibility) PT.
Tirta Investama AQUA Cianjur yang menjelaskan tentang latar belakang dan detail
berbagai program kegiatan di Kampung Tabrik, terutama mengenai program
Ecofarming (Pertanian Ramah Lingkungan) yang sudah dijalani oleh para petani
disana. Hal ini merupakan salah satu aksi nyata AQUA sebagai perusahaan air
mineral kemasan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Program Ecofarming ditujukan
untuk mengubah kebiasaan bertani dari cara konvensional menjadi lebih ramah
lingkungan. Misal, bila pada umumnya petani terbiasa menggunakan pestisida
berbahan kimia sintetis yang cenderung memiliki dampak buruk terhadap
lingkungan dan kesehatan, kini petani sudah mengandalkan pupuk organik dan
melakukan berbagai kegiatan perawatan lahan yang lebih ramah lingkungan. Bukan
hanya fokus terhadap tata cara bertani itu sendiri, beberapa rangkaian program
Ecofarming yang dilaksanakan di Kampung Tabrik antara lain:
- Budidaya Paprika dalam Greenhouse.
- Pembuatan sarana konservasi air melalui embung (kolam tampung air), sumur resapan dan rorak.
- Penguatan kapasitas petani lewat berbagai pelatihan.
- Pendampingan bisnis tani dan pengelolaan usaha.
Menurut Bapak Uden selaku Ketua
Kelompok Masyarakat Mandiri Kampung Tabrik, ada banyak manfaat dan keuntungan
yang sudah dirasakan petani berkat adanya program Ecofarming ini, antara lain:
- Hasil panen lebih sehat dan berkualitas tinggi.
- Harga jual hasil panen bersaing.
- Permintaan pasar meningkat.
- Pengetahuan dan keahlian bertani kian berkembang.
Meski awalnya tak mudah untuk
mengajak para petani beralih dari sistem konvensional ke tata cara bertani yang
ramah lingkungan, namun banyaknya manfaat dan hal positif yang sudah dirasakan
membuat para petani lebih giat dalam melakukan aktivitasnya. Berkat adanya program
Ecofarming juga, pendapatan yang diperoleh petani jadi lebih menguntungkan. Dan
yang terpenting, pelestarian lingkungan tetap terjaga seiring berjalannya
aktivitas pertanian disana.
Selain sambutan dari pihak CSR
AQUA Cianjur dan Ketua KMM setempat, ada juga perwakilan dari Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango yang memberi informasi mengenai daerah kaki gunung dan
Curug Goong yang akan Kami kunjungi. Curug ini belum resmi dijadikan sebagai
tempat wisata sehingga keindahannya masih sangat asri dan terjaga. Jadi, suatu
kebahagiaan tersendiri bagiku untuk bisa berkunjung kesana. Uhuy!
Selesai berbincang, waktunya
makan siang dan istirahat!
![]() |
| Sambutan di Saung Kampung Tabrik |
Setelah badan kembali bertenaga,
tiap peserta diberikan sebuah kartu ber-barcode yang bisa dituliskan nama
masing-masing peserta. Kartu tersebut dijadikan sebagai identitas pohon.
Melalui barcode, kita dapat melihat perkembangan pohon yang sudah ditanam
secara digital! Wow! (Aku kebagian nomor 69, seketika ingat mendiang The
Kentucky Kid, Nicky Hayden)
Back to the topic, penanaman
pohon dilakukan di sepanjang jalan menuju Curug Goong. Jujur, aku pribadi belum
bisa menanam pohon sendiri. Tapi berkat bimbingan dan arahan dari panitia dan
KMM disana, menanam pohon jadi terasa jauh lebih mudah.
![]() |
| ID Card dan Barcode Pohon |
![]() |
| Menanam Pohon |
![]() |
| Menanam Pohon |
![]() |
| Abaikan kerudung lepek karena hujan |
Ditemani rintik hujan dan udara
yang semakin dingin, Kami diantar menuju tempat penanaman pohon. Setelah
berhasil menanam bibit pohon sesuai tahap-tahap yang diajarkan, Kami turun
menyusuri "tangga alami" menuju Curug Goong. Kenapa aku bilang "tangga
alami"? Karena memang, trek ini sangat terjal dan licin, belum berbentuk
tangga permanen sehingga Kami harus ekstra hati-hati dan selalu fokus dalam
melangkah. Karena takut, aku meminta bantuan adik-adik pelajar yang ikut
rombongan selama perjalanan. Hehehe makasih ya, jang!
![]() |
| Foto dari Mbak Rahmi |
Sekitar beberapa menit menuruni
"tangga alami", akhirnya rasa lelah terbayar berkat pemandangan Curug
Goong yang menyegarkan mata. Suatu kenikmatan tersendiri bisa melihat tempat
yang begitu asri dan jarang ditemukan di perkotaan. Jika tempat ini dikelola
dan dikembangkan dengan baik, pasti Curug Goong bisa menjadi salah satu lokasi
wisata yang sangat diminati masyarakat, terutama pecinta alam.
![]() |
| Curug Goong |
Setelah puas berfoto,
basah-basahan dan menikmati keindahan Curug Goong, Kamipun bergegas kembali ke
saung dengan menaiki "tangga alami", trek yang sama saat menuju ke
Curug Goong tadi. Dan karena baju, celana dan alas kaki yang basah, menaiki
tangga ini harus dilakukan lebih hati-hati dan penuh tenaga. Untungnya, Kami membawa
AQUA kemasan botol ukuran kecil sehingga amunisi tenaga selalu terjaga.
Hujanpun turun deras saat Kami
hampir tiba di saung. Hal ini membuat pakaian yang Kami kenakan basah kuyup.
Tapi hal tersebut tak mengurangi antusias Kami untuk melanjutkan kegiatan di
hari pertama. Sambil menunggu hujan reda, Kami menikmati teh manis hangat
sambil bersendagurau bersama.
Setelah hujan mulai reda (hanya
sedikit gerimis manja), Kami diantar ke salah satu Greenhouse budidaya paprika
Kampung Tabrik. Yeay! Paprika! 😍 Disana, Kami memperoleh banyak
informasi mengenai tata cara budidaya paprika organik yang dikembangkan para
petani setempat. Tak hanya itu, Kami juga dipersilahkan untuk memetik paprika
sendiri untuk dibawa pulang. Asyiiikkk!!!
| Paprika Kampung Tabrik |
![]() |
| Greenhouse Budidaya Paprika |
![]() |
| Difotoin Mbak Rahmi |
Selesai dari Greenhouse budidaya
paprika, Kami kembali ke saung dan bersiap menuju Palace Hotel Cipanas. Tidak
dengan tangan kosong, Kami mendapat bingkisan berisi hasil pertanian organik
dari Kampung Tabrik! Alhamdulillah senangnyaaaa.
| Oleh-oleh Kampung Tabrik |
Tiba di hotel sekitar jam 6 sore,
aku menggigil kedinginan, jadi langsung mandi air hangat. Setelah itu, jam 8
malam rombongan berkumpul kembali untuk makan malam di salah satu restoran yang
ada di daerah Cimacan. Dan kegiatan hari pertama selesai, Kami kembali ke hotel sekitar
jam 10 malam untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi kegiatan di
hari selanjutnya. Yuhuuu!
Cerita selanjutnya: http://erindaaini.blogspot.co.id/2017/12/kunjungan-ke-pabrik-aqua-cianjur.html
![]() |
| Kampung Tabrik |












Tidak ada komentar:
Posting Komentar